Menguatkan Ideologi dan Sistem, Lokakarya Nasional Jadi Momentum Transformasi Kaderisasi PMII

PMII.ID, Jakarta - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia melalui Bidang Kaderisasi Nasional menyelenggarakan Lokakarya Kaderisasi Nasional pada 7 Februari 2026 di Balai Diklat Keagamaan Jakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat arah, paradigma, dan sistem kaderisasi nasional dalam kerangka tema Diaspora Kaderisasi Era Baru PMII: Menerangi Zaman, Menggerakkan Perubahan, Memimpin Peradaban.

Lokakarya diawali dengan testimoni kaderisasi dari Demisioner Ketua Bidang Kaderisasi, Mas Munandar. Ia memaparkan pengalaman, tantangan, serta capaian kaderisasi nasional pada periode 2014 sebagai bahan refleksi dan pijakan pembenahan sistem. Forum kemudian dilanjutkan dengan pemaparan arah kebijakan kaderisasi oleh Ketua Bidang Kaderisasi Nasional periode 2024 - 2027, Acep Jamaludin, yang menegaskan pentingnya konsolidasi kurikulum, standarisasi pelatihan, serta penguatan monitoring dan evaluasi di seluruh wilayah.

Ketua Bidang Kaderisasi Nasional PB PMII, Acep Jamaludin, menegaskan bahwa Lokakarya Kaderisasi Nasional menjadi ruang konsolidasi gagasan dan sistem untuk memastikan arah kaderisasi berjalan terstruktur dan terukur. Ia menyampaikan bahwa forum ini menyatukan pengalaman, paradigma, dan desain sistem agar kaderisasi tidak berjalan parsial di setiap wilayah.

"Lokakarya ini kita jadikan titik sinkronisasi antara NDP, paradigma, dan sistem kaderisasi nasional. Kita tidak boleh berjalan sendiri sendiri. Seluruh wilayah harus memiliki arah yang sama, standar yang jelas, dan peta jalan yang konkret agar kaderisasi PMII benar benar melahirkan pemimpin yang siap memimpin peradaban" Ujar Acep.

Sesi pendalaman materi menghadirkan sejumlah pakar yang selama ini terlibat dalam pengembangan gagasan dan sistem kaderisasi PMII. Pakar NDP PMII, K. Nukhbah El Mankhub, memberikan penguatan ideologis terkait relevansi Nilai Dasar Pergerakan dalam menjawab dinamika zaman dimana beliau memaparkan naskah NDP asli, selain itu ia juga Penggagas NDP pada zamannya. Romo Dr. Setyo Wibowo memaparkan arah Renstra kaderisasi yang menekankan perencanaan jangka menengah berbasis kebutuhan organisasi dan tantangan nasional.

Pakar Paradigma PMII, K. Trimidzi, membedah konstruksi berpikir kader agar tetap konsisten pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan komitmen kebangsaan. Sementara itu, Pakar Sistem Kaderisasi, Bung Kristeva, memaparkan desain sistem kaderisasi yang terstruktur, berjenjang, bernilai dan terukur mulai dari tingkat komisariat hingga nasional.

Lokakarya ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan integrasi NDP dalam setiap jenjang pelatihan, penyusunan peta jalan kaderisasi nasional berbasis Renstra, serta penegasan standar sistem pelatihan yang seragam di seluruh Indonesia. Hasil lokakarya akan menjadi rujukan resmi dalam perumusan kebijakan kaderisasi PB PMII ke depan.

Melalui Lokakarya Kaderisasi Nasional, PB PMII menegaskan komitmen membangun sistem kaderisasi yang kokoh secara ideologis, jelas secara strategis, dan efektif dalam implementasi. Forum ini memperkuat langkah organisasi untuk melahirkan kader yang mampu menerangi zaman dengan gagasan, menggerakkan perubahan dengan kerja terstruktur, dan memimpin peradaban dengan nilai.